Apakah tangis masih menghiasi pelupuk matamu?
Apakah kesepian masih terus menghantuimu?
Apakah pikiranmu dipenuhi pilu?
Apakah ragamu letih?
Bagiku,
kau bagai mentari,
aku takboleh terlalu dekat denganmu juga tak mampu terlalu jauh darimu.
Kau bagai ngarai yang begitu dalam,
aku terus menerus berusaha menaklukanmu.
Meski akhirnya aku terperosok dalam ke patah hati an.
Aku sudah tak mampu mengejarmu,
kau begitu cepat.
Makanan mu apasih,
sampai-sampai harapanku tak mampu mengejar dirimu.
Ada yang terabaikan.
Ada yang tak tersampaikan.
Ada yang memperhatikan.
Ada kecemburuan.
Mungkin,
dirimu tak menyadari itu Puan.
Buatku mencintai tak harus berbalik dicintai.
Buatku memperhatikan tak harus berbalik diperhatikan.
Jika melihatmu tersenyum saja cukup buat mengisi nutrisi dalam tubuhku,
itu cukup.
Aku heran,
pernah aku marah semarah marahnya padamu.
Tetap saja,
aku kalah oleh senyummu.
Pertahanku runtuh seruntuh runtuhnya.
Ahh berhentilah melintasi pikiranku.
Berhentilah membayangi mataku.
Berhentilah mengguncang hatiku.
Cukup sudah aku merasakan mati.
Cukup sudah jiwaku melayang ter urai tiap pagi.
Ku ucapkan, terimakasih!
Apakah kesepian masih terus menghantuimu?
Apakah pikiranmu dipenuhi pilu?
Apakah ragamu letih?
Bagiku,
kau bagai mentari,
aku takboleh terlalu dekat denganmu juga tak mampu terlalu jauh darimu.
Kau bagai ngarai yang begitu dalam,
aku terus menerus berusaha menaklukanmu.
Meski akhirnya aku terperosok dalam ke patah hati an.
Aku sudah tak mampu mengejarmu,
kau begitu cepat.
Makanan mu apasih,
sampai-sampai harapanku tak mampu mengejar dirimu.
Ada yang terabaikan.
Ada yang tak tersampaikan.
Ada yang memperhatikan.
Ada kecemburuan.
Mungkin,
dirimu tak menyadari itu Puan.
Buatku mencintai tak harus berbalik dicintai.
Buatku memperhatikan tak harus berbalik diperhatikan.
Jika melihatmu tersenyum saja cukup buat mengisi nutrisi dalam tubuhku,
itu cukup.
Aku heran,
pernah aku marah semarah marahnya padamu.
Tetap saja,
aku kalah oleh senyummu.
Pertahanku runtuh seruntuh runtuhnya.
Ahh berhentilah melintasi pikiranku.
Berhentilah membayangi mataku.
Berhentilah mengguncang hatiku.
Cukup sudah aku merasakan mati.
Cukup sudah jiwaku melayang ter urai tiap pagi.
Ku ucapkan, terimakasih!

Komentar
Posting Komentar