Seperti Nyata

Puan,
Terlihat dari jauh kau begitu menarik perhatian.
Kucoba tebak, pasti orang tuamu sangat bersemangat saat malam pembuatan dirimu, puan.
Dengan cinta kau diciptakan.
Dengan kasih kau dibesarkan.
Bolehkah aku mendekatimu sedikit saja puan?.
Aku ingin mengingat wangi aromamu puan.
Sedikit saja puan.
Kau tidak keberatan kan?.

Sementara inderaku mengingat dan memperhatikanmu.
Terbisik pelan dalam telingaku agar aku menyapamu.
Dengan seketika aku tak bisa mengontrol gerak ragaku.
Aku menyapa dan merebut tanganmu.
Siapa namamu wahai, puan?.
Dengan keras aku mendengar "Kriiingggggg".
Ternyata,
Aku sadar itu hanya mimpi....
Sayang padahal aku ingin mengenalmu, Puan.

Komentar